Oleh : Mujizat Alam (@MujizatAlam21) Mahasiswa Unpad 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Coelenterata
merupakan hewan-hewan yang yang begitu menarik dan mempunyai ke indahan warna
yang menjadikan coelenterata ini disebut sebagai penghias dasar laut, bahkan
salah satu anggota dari Coelenterata mampu membentuk terumbu karang yang
mempunyai peranan yang penting bagi ekosistem laut yaitu sebagai habitat dari
berbagai makhluk hidup yang ada di dalam ekosistem laut tersebut.
Selain
itu, berbagai jenis Coelenterata juga dimanfaatkan oleh manusia sebagai hiasan
rumah. Namun saat ini keberadaan terumbu karang mulai terancam dengan adanya
faktor-faktor dari luar, salah satunya adalah karena pencemaran.
Maka untuk
menambah pengetahuan kita mengenai coelenterate, Kami akan membahas tentang
bagaimana klasifikasi, karakteristik, potensi, dan juga peranan Coelenterata di dalam kehidupan
manusia.
1.2
Rumusan Masalah
Penulis
memiliki berbagai masalah yang ingin diajukan
1. Apakah Coelenterata itu?
2. Bagaimana karakteristik dari coelenterate ?
3. Bagaimana klasifikasi dari Coelenterata ?
4. Apakah peranan Coelenterata bagi kehidupan manusia?
1.3
Batasan Masalah
Agar
laporan dalam penulisan Paper ini sampai pada maksud dan tujuan yang di
inginkan. Maka kami membatasi permasalahan yang akan dibahas yaitu apa yang
disebut Coelenterata dan bagaimana klasifikasi, karakteristik, dan juga peranannya
dalam kehidupan manusia.
1.4 Tujuan
Masalah
Dalam
pembuatan makalah ini kami bertujuan untuk :
1.
Ingin
mengetahui kehidupan Coelenterata
2.
Ingin
mengetahui lebih banyak tentang bagaimana kehidupan dari Coelenterata baik dari
karakteristik yang dimilikinya, klasifikasinya, dan juga peranannya pada
ekosistem laut dan juga bagi manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kajian
Teori
2.1.1 Pengertian Coelenterata
Coelenterata berasal
dari bahasa latin yaitu Coilos (rongga) dan Enteron (usus). Jadi Coelenterata
adalah hewan yang memiliki rongga atau sering disebut hewan berongga.
Coelenterata merupakan golongan hewan diploblastik yaitu
mempunyai jaringan ektoderm dan endoderm serta mempunyai simetri radial
Coelenterata
memiliki dua bentuk tubuh yaitu Polip dan Medusa. Polip adalah Coelenterata
pada saat tidak berpindah tempat. Sedangkan Medusa adalah Coelenterata pada
saat dapat bergerak bebas di perairan. Coelenterata di bagi menjadi tiga kelas
yaitu Anthozoa,Hidrozoa dan Schypozoa.
2.1.2.
Karakteristik
Coelenterata
1. Ciri Morfologi
-
Tubuh
simetri radial
-
Struktur
tubuhnya dibedakan menjadi 2 macam, yaitu polip yang hidup menetap dan medusa
yang berenang bebas.

-
Bentuk
polip lebih kurang silindris, dengan satu ujung yang disebut oral (yang
mengandung mulut dikelilingi tentakel) dan ujung yang lain disebut aboral
(menempel pada substrat)
-
Bentuk
medusa seperti lonceng atau mangkuk terbalik dengan bagian cembung mengarah ke
atas dan bagian cekung dilengkapi mulut dan tentakel yang mengarah ke bawah.
2.
Ciri
Anatomi
Dinding tubuh terdiri dari 3 lapisan.
Lapisan yang paling luar adalah epidermis, lapisan yang paling dalam merupakan
gastrodermis yang membatasi rongga pencernaan, serta mesoglea yang terletak di
antara epidermis dan gastrodermis.
3.
Ciri
Fisiologi
-
Pergerakan
Gerakan pada polip biasanya terbatas,
merayap atau meliuk-liuk, sedang pada medusa dapat berenang bebas. Medusa
berenang dengan jalan berdenyut, yang dihasilhan oleh otot melingkar pada tepi
lonceng, dan menghasilkan gerakan ventrikal. Sedangkan gerakan horizontal
tergantung pada arus laut.
-
Makan dan cara makan
Coelenterata bersifat karnivor, makanan
utamanya adalah crustacean dan ikan kecil. Makan masuk ke mulut dengan bantuan
tentakel. Kemudian makanan masuk ke rongga gastrovaskular. Hasil pencernaan
didistribusikan ke seluruh tubuh secara difusi. Cadangan makanan utama berupa
lemak dan glikogen. Sisa makanan yang tidak dapat dicerna dapat dibuang melalui
mulut.
-
Pernapasan dan ekskresi
Alat pernapasan dan alat ekskresi tidak
ada. Pertukaran gas terjadi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.
-
Reproduksi
Coelenterata berkembang biak secara
seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual terjadi pada stadium polip dengan
jalan pertunasan (budding), pembelahan atau pencabikan telapak. Suatu tunas
terjadi dari dinding tugu yang menonjol keluar diikuti perluasan rongga
gastrovaskular, kemudian pada ujungnya terbentuk mulut dan tentakel.
Reproduksi aseksual ini terjadi karena
kebanyakan Coelenterata mempunyai daya regenerasi yang besar. Tentakel yang
putus akan segera di ganti tentakel yang baru. Misalnya Hydra dipotong menjadi
dua bagian maka masing-masing bagian akan melengkapi bagian yang tidak ada hingga
didapat dua individu yang baru.
Reproduksi seksual umumnya terjadi pada
stadium medusa. Sel telur atau sperma, sebagian besar berasal dari sel
interstisial yang mengelompok sehingga membentuk ovari atau testis.
2.1.3.
Klasifikasi dari
Coelenterata
Coelenterata dibedakan dalam tiga kelas
berdasarkan bentuk yang dominan dalam siklus hidupnya, yaitu Hydrozoa,
Scypozoa, dan Anthozoa.
1.
Hydroza
Hydroza
Jenis dari kelas ini hidup di dalam air tawar . ujung tempa letaknya mulut
disebut ujung oral. Sedangkan yang melekat pada dasar disebut ujung aboral.
Cara
reproduksi tersebut adalah dengan cara vegetatif maupun generatif. Cara
vegetatif dengan tunas dan cara generatif dengan pembuahan ovum oleh sperma.
Contoh
: Hydra virdis Dan Obelia geniculate.
2.
Schyphozoa
Schyphozoa
ini hidup sebagian besar dalam bentuk medusa bentuk polip hanya tingkat larva.
Contoh
: Aurelia sp (ubur-ubur kuping)
Larva
disebut planula. Kemudian menjadi polip yang disebut skifistoma dari skistoma
terbentuk medusa yang disebut efira.
Contoh
: Aurelia aurita (ubur-ubur). cyanea sp dan plagia sp.
3.
Anthozoa
Anthozoa
ini hidup di laut yang airnya jernih hewan ini selama hidupnya berupa polip
(tidak memiliki bentuk medusa).
Contoh
: anemone (metridium magitanum ). Akar bahar ( euplazura antipathies). Karang
laut (tubipora musica).
2.1.4.
Peranan Coelenterata
Didalam
Ekosistem Laut
Coelenterata
mempunyai banyak peranan dalam ekosistem laut yaitu sebagai penghias dasar
laut. Keberadaan Coelenterata seperti halnya ubur-ubur (Aurelia) dengan
tubuhnya yang transparan dan dapat mengeluarkan cahaya sendiri sehingga
terlihat bersinar diperairan gelap. Juga mampu menambah keunikan dan keindahan
ekosistem diperairan laut.
Disamping
itu Coelenterata juga mampu membentuk terumbu karang sehingga berfungsi sebagai
tempat berlindung dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan melindungi pantai
dari hempasan ombak yang dapat menyebabkan abrasi.
Bagi
Kehidupan Manusia
Selain
banyak peranan dalam ekosistem Coelenterata juga mempunyai peranan bagi
kehidupan manusia. Diantaranya adalah : pada ubur-ubur (Aurelia) juga digunakan
untuk membuat tepung ubur-ubur yang kemudian tepung ubur-ubur tersebut diolah
menjadi bahan kosmetik. Selain itu ubur-ubur juga digunakan sebagai bahan makanan.
Selain itu di dalam dunia medis struktur jaringan dan kekerasan rangka koral
sering di manfaatkan untuk cangkok tulang di beberapa rumah sakit.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah
kami mempelajari semua yang berkaitan dengan coelenterate, dapat kami simpulkan
bahwa :
Coelenterata adalah hewan penghias dasar
laut yang merupakan golongan hewan diploblastik yaitu mempunyai jaringan
ektoderm dan endoderm serta mempunyai simetri radial. Serta Coelenterata
mempunyai 3 klasifikasi yaitu Hydroza, Schyphozoa, dan Anthozoa.
DAFTAR PUSTAKA
-
D.A Pratiwi . dkk 2007 . Biologi
untuk SMA Kelas X . Jakarta : Erlangga.
-
Saktiyono . 2008 . Seribu pena
Biologi untuk SMA/MA Kelas X . Jakarta : Erlangga.
-
Suwarno . 2009 . Panduan
Pembelajaran Biologi untuk SMA/MA . Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional .
(BSE).
-
Widayati, S., S. N.
Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.
-
http://iwak-pithik.blogspot.com/2012/05/filum-coelenterata-hewan-berongga.html diakses tanggal 13-09-2013
-
http://garistepi.wordpress.com/2009/06/06/karakteristik-hewan-coelentrata/ diakses tanggal 13-09-2013
Posting Komentar
Comment if you like this paper.