PENDAHULUAN
A.
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan rasa syukur kepada Allah swt atas rahmat dan hidayah-Nya, Saya
sebagai penulis telah berhasil menyusun makalah yang memuat penjelasan tentang LUMUT.
Makalah ini
dibuat dengan penuh ketelitian dan kesabaran dalam pembuatan dan praktek
kelapangannnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
B.
TUJUAN
Makalah ini Saya
buat bertujuan untuk mengetahui secara singkat penjelasan mengenai kehidupan LUMUT.
Karena banyak
yang bertanya “mengapa lumut hidup didaerah yang lembab?”
Di makalah ini
akan terungkap jawaban tentang pertanyaan tersebut.
Lalu kemudian timbul pertanyaan
“Mengapa
lumut tinggal ditempat lembab ?”
Itu karena
habitat aslinya ,disana lah tempat dia menemukan makanan . kalau habitatnya
diganti maka struktur tubuh lumut tdak sanggup menerima gejala yang berbeda dengan
kehidupan dia yang alami.
![]() |
Lumut dalam bahasa sehari-hari (kolokial) merujuk pada sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan. Di perairan lumut dapat menutupi dasar atau dinding sungai atau danau. Secara botani, lumut dapat digolongkan menjadi beberapa divisio:
‘
a.
Chlorophyta, alga
hijau; beberapa alga hijau yang berwujud berkas-berkas memanjang tanpa
memperlihatkan spesifikasi organ yang jelas dapat disebut lumut’
b.
Anthocerophyta, lumut tanduk; yaitu semacam
lumut hati namun memiliki organ sporofor berbentuk tanduk
![]() |
![]() |
c.
Marchantiophyta,
lumut hati; yaitu
lumut yang berwujud seperti piringan datar berlapis menutupi permukaan
batu atau dinding
‘

d.
Bryophyta, lumut
sejati yaitu tumbuhan lumut yang terlihat memiliki pembagian organ yang jelas
1. PENGERTIAN
Tumbuhan
lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta
(dari bahasa Yunani bryum, "lumut").
Tumbuhan
ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ
fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini
juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya
adalah rizoid (harafiah: "serupa akar"). Daun tumbuhan lumut dapat
berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di
suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan
lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang
luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain
dan tumbuhan yang lainnya.
Dalam
bahasa sehari-hari, istilah "lumut" dapat merujuk pada beberapa
divisio. Klasifikasi lama pun menggabungkan pula lumut hati dan lumut tanduk ke
dalam Bryophyta, sehingga di dalam Bryophyta terangkum lumut tanduk, lumut
hati, dan lumut sejati (Musci). Namun, perkembangan dalam taksonomi tumbuhan
menunjukkan bahwa penggabungan ini parafiletik, sehingga diputuskan untuk
memisahkan lumut hati dan lumut tanduk ke luar dari Bryophyta. Di dunia
terdapat sekitar 4.000 spesies tumbuhan lumut (termasuk lumut hati), 3.000 di
antaranya tumbuh di Indonesia[1]. Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat memiliki
"taman lumut" yang mengoleksi berbagai tumbuhan lumut dan lumut hati
dari berbagai wilayah di Indonesia dan dunia.
Lumut dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual.
Kedua pembiakan tersebut berlangsung silih berganti sehingga terjadi pergantian keturunan atau pergiliran keturunan (metagenesis).
Tumbuhan yang menghasilkan sel kelamin
(gametofit) pada umumnya lebih menonjol daripada tumbuhan yang menghasilkan
spora (sporofit). Pada tumbuhan lumut-lumutan, gametofit lebih menonjol. Jika
pada satu tumbuhan terjadi pergantian dari sporofit ke gametofit atau
sebaliknya, tumbuhan tersebut dikatakan melakukan metagenesis.
Metagenesis diawali dngan berkecambahnya spora yang sangat kecil (haploid) menjadi protalium (protonema). Protonema ada yang tumbuh menjadi besar dan ada yang tidak tumbuh. Di dalam protonema terdapat kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut (gametofit). Tumbuhan lumut merupakan lembaran-lembaran daun (hepaticae). Ada juga yang memiliki habitus seperti pohon kecil dilengkapi batang dan daun (musci), akar bukan akar sejati, tetapi hanya berupa benang-benang menyerupai akar yang disebut rizoid. Pada tumbuhan lumut (gametofit) dibentuk gametangium, yaitu sel kelamin jantan (spermatozoid) dan sel kelamin betina (ovum). Sel kelamin jantan ini dihasilkan oleh anteridium dan sel kelamin betina dihasilkan oleh arkegonium. Peleburan spermatozoid dan ovum akan menghasilkan zigot yang terus berkembang menjadi embrio yang diploid.
Embrio kemudian akan tumbuh menjadi
suatu badan yang bulat dengan tangkai pendek atau panjang yang disebut
sporogonium (tumbuhan sporofit). Dalam bagian yang bulat tersebut dibentuk
spora sehingga sering disebut dengan kapsul spora yang identik dengan
sporogonium. Spora akan terkumpul dalam kotak spora (sporangium). Jika spora
jatuh di tempat yang lembap dan sesuai dengan tempat tumbuhnya, spora akan
tumbuh menjadi protonema dan protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut dan
begitu seterusnya.
Beberapa jenis lumut dapat bersifat kosmopolit karena dapat ditemukan di berbagai tempat. Selain itu, bentuk dan ukuran lumut juga sangat beragam. Berdasarkan bentuk tubuhnya, lumut dapat dibedakan menjadi dua kelas, yaitu lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthoceropsida), dan lumut sejati (Bryopsida).
1A. Peran
tumbuhan lumut dalam ekosistem
Tumbuhan lumut
memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena
sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan.
Tumbuhan ini
juga dikenal sebagai tumbuhan perintis, mampu hidup di lingkungan yang kurang
disukai tumbuhan pada umumnya.
1B. Manfaat
tumbuhan lumut
Beberapa
tumbuhan lumut dimanfaatkan sebagai ornamen tata ruang. Beberapa spesies
Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.
Tumbuhan lumut
yang tumbuh di lantai hutan hujan membantu menahan erosi, mengurangi bahaya
banjir, dan mampu menyerap air pada musim kemarau.




Posting Komentar
Comment if you like this paper.